Liputan6.com, Jakarta РPT Terregra Asia Energy Tbk resmi menjadi emiten ke-8 yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun ini. Saham Terregra Asia Energy tercatat di papan utama dengan kode saham TGRA.

Pada debut perdana, saham TGRA ditransaksikan dengan harga Rp 340 per saham atau naik 70 persen atau Rp 140 per saham dari harga yang ditawarkan ke publik yakni Rp 200. Saham TGRA sempat berada pada level tertinggi Rp 340 dan terendah Rp 260.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI Samsul Hidayat berharap, perseroan menerapkan transparansi lantaran telah masuk sebagai perusahaan terbuka. “Tentunya perusahaan akan menerapkan prinsip transparansi,” kata dia di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (16/5/2017).

Samsul mengatakan, Terregra¬†Asia Energy¬†merupakan emiten ke-8 yang tercatat pada tahun ini. Dia berharap, saham perseroan dapat diminati publik dan maju ke depannya. “Mudah-mudahan saham TGRA akan menjadi pilihan investor, dan perusahaan maju ke depannya,” ungkap dia.

Total saham perseroan yang dilepas ke publik sebanyak 550 juta lembar saham. Dengan begitu, perseroan akan memperoleh dana segar sebanyak Rp 110 miliar.

Perseroan mengalokasikan 97 persen dana IPO untuk penyertaan modal pada anak usaha yakni PT Terregra Hydro Power. Dana itu untuk menunjang pembiayaan dan belanja modal pada proyek Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) dan Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTMH).

Perseroan telah menunjuk dua penjamin pelaksana emisi yaitu PT Lautandhana Securindo dan PT Mega Capital Sekuritas.